Arosuka, Pena Jurnalis , 4 April 2026 | Idul Fitri 1447 H telah berlalu, namun rasa rindu akan kampung halaman tetap membekas. Hal itulah yang dirasakan rombongan perantau Minang dari Jambi di bawah pimpinan Hj. Yulma Erita, SH, yang berasal dari Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti. Keluarga ini telah hampir 80 tahun merantau di Kota Jambi, dimulai dari orang tua beliau, almarhum Drs. H. Bustanuddin dan sang ibu Hj. Basriah Binti Angkat, S.Pd.

Saat pulang kampung dan singgah di TK dan SD Islam Sarbainah Sukarami Arosuka serta Tugu Ayam Arosuka, rombongan mengungkapkan kekaguman mereka saat kembali menikmati keindahan alam Sumatera Barat. Perjalanan yang awalnya hanya untuk melepas rindu, berubah menjadi pengalaman yang begitu membekas di hati.

Hamparan sawah hijau yang luas, udara sejuk pegunungan, serta panorama alam yang masih asri membuat mereka terpesona. Hj. Yulma Erita, SH mengatakan bahwa suasana kampung halaman memberikan kesan yang berbeda dibandingkan perantauan.

“Rasanya berbeda sekali. Walaupun saya sudah lama merantau, keindahan alam di sini tidak pernah berubah, bahkan terasa semakin memikat. Perubahan yang luar biasa terhadap perkembangan alam Ranah Minang begitu mempesona,” ujarnya.

Dalam perjalanan keliling Sumatera Barat, Yulma Erita didampingi Masriwal, S.AP, bersama sanak keluarga. Masriwal dikenal sebagai tokoh muda asal Sungai Nanam sekaligus pendiri dan pembina Yayasan TK dan SD Islam Sarbainah Sukarami, pembina Yayasan Pendidikan SDIT Qur’an Anzalat Sungai Nanam, serta Pondok Tahfidz Darul Qura Kutianyie dan Darul Fath Qur’an Lipek Pageh Sungai Nanam.

Rombongan mengunjungi berbagai destinasi wisata alam, seperti Kelok Sembilan, Jam Gadang Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Danau Singkarak, Danau Kembar Alahan Panjang, hingga hamparan kebun teh dan perbukitan Gunung Talang yang diselimuti kabut pagi. Aliran sungai yang jernih dan suasana alam yang tenang menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di perantauan.

Rombongan yang dipimpin Hj. Yulma Erita, SH juga dikenal sebagai perintis usaha sayuran organik di Kota Jambi, yang dahulu dirintis bersama almarhum suaminya Ir. H. Dede Martino, MP. Turut hadir dalam rombongan Apriani Hernida, SH, MH (Dekan Fakultas Hukum STAI Tebo Jambi), Darmuji Jais, S.Ag, M.Pd (Ketua Prodi Politeknik Jambi), Rina Apriani, SH, MH (Dinas Sosial Kota Jambi), Hj. Nova, serta anak dan cucu.

Dalam perbincangan dengan media, Hj. Yulma Erita menyampaikan bahwa Kabupaten Solok, khususnya Nagari Sungai Nanam, memiliki potensi besar sebagai daerah wisata berbasis pertanian dataran tinggi.

Menurutnya, komoditas seperti bawang merah, cabai, tomat, kentang, seledri, terong, wortel, dan berbagai sayuran lainnya dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Dengan dukungan infrastruktur jalan dan irigasi yang baik, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi unggulan.

Ia juga menyoroti keindahan Nagari Alahan Panjang dengan danau yang indah, buah stroberi yang melimpah, udara dingin khas pegunungan, serta kuliner khas seperti lamang hitam yang lezat. Semua potensi tersebut dinilai mampu menarik wisatawan jika dikelola secara optimal.

Hj. Yulma Erita mengaku bangga menjadi bagian dari masyarakat Minangkabau yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Ia menegaskan bahwa meskipun lahir dan besar di perantauan, dirinya tetap berkomitmen untuk mempromosikan serta berkontribusi dalam pembangunan kampung halaman.

Masriwal juga menyampaikan harapannya agar para perantau Minang di mana pun berada tidak melupakan asal-usulnya. Ia menegaskan bahwa Sumatera Barat tidak hanya sebagai tempat kelahiran, tetapi juga memiliki potensi wisata alam luar biasa yang harus dijaga kelestariannya.

“Sinergi antara ranah dan rantau selama ini sudah terbangun dengan baik. Kontribusi perantau sangat luar biasa, dan kami berharap hal ini terus meningkat, baik dalam bentuk materi maupun pemikiran untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Darmuji Jais, S.Ag, M.Pd didampingi istrinya Rina Apriani menyampaikan bahwa perjalanan ini menjadi momen refleksi penting.

“Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan akar budaya dan alam. Di sini kami merasa pulang, bukan hanya secara tempat, tetapi juga secara hati. Kami akan terus memberikan dukungan untuk kemajuan Pondok Tahfidz Darul Qura Mushalla Nurul Ihsan Kutianyie dan lainnya di Lembah Gumanti,” tuturnya.

Menutup kegiatan tersebut, para perantau Minang dari Jambi berharap Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Dr. Hc. Jon Firman Pandu, SH dan H. Candra, SHI terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan irigasi, serta fasilitas umum, pendidikan, keagamaan, adat, dan budaya di nagari-nagari.

Mereka juga berharap daerah-daerah yang tengah menghadapi musibah dapat segera bangkit, serta situasi dunia kembali damai tanpa konflik.

Arosuka, 4 April 2026

Pena Jurnalis

Masriwal