KABUPATEN SOLOK | Membangun masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan mendirikan bangunan dan menyediakan fasilitas pendidikan. Di balik setiap pembangunan harus ada kepedulian terhadap manusia, penghormatan terhadap masyarakat, serta tanggung jawab menjaga alam untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Semangat itulah yang mewarnai rapat konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) rencana pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Solok, Kamis (5/11/2026), bertempat di Balai Adat Kenagarian Koto Gaek Guguk. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam mengkaji kesiapan lingkungan dan berbagai potensi dampak pembangunan, sekaligus mengawal harapan agar kehadiran Sekolah Rakyat nantinya mampu membuka kesempatan pendidikan lebih luas bagi masyarakat. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan kebersamaan peserta, suasana pembahasan di dalam ruangan, keterlibatan peserta perempuan dan laki-laki, penggunaan perangkat komputer dalam mendukung kegiatan, hingga sesi foto bersama enam peserta sebagai bagian dari dokumentasi pertemuan.

Rapat konsultasi publik tersebut dihadiri Ketua Tim ANDAL Sekolah Rakyat, Bapak Zaldi Padang, bersama tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu. Mereka terdiri atas Tisnohari dari Bandung selaku ahli geologi, Hendrizal Nur dari Solok pada bidang sosial ekonomi, Anita Siregar dari Bandung sebagai ahli biologi, serta Taufik dari PT Cipta Buana Konsultan Padang selaku konsultan penyusun dokumen ANDAL. Keterlibatan para ahli tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan rencana pembangunan tidak hanya dipandang dari sisi fisik dan teknis, tetapi juga melalui kajian ilmiah yang menyentuh kondisi alam, keselamatan kawasan, kehidupan sosial, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam dokumentasi terlihat para peserta mengikuti kegiatan dengan duduk bersama, sementara sebagian peserta mengikuti pembahasan melalui perangkat laptop dan dokumen pendukung. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama dan pertukaran pemikiran dalam mengawal sebuah rencana pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Pada aspek geologi, Tisnohari dari Bandung memiliki peran keahlian dalam mengkaji karakteristik kawasan, kondisi tanah, kestabilan lahan, potensi kerawanan bencana, serta kesesuaian lokasi terhadap rencana pembangunan. Kajian tersebut sangat penting karena Sekolah Rakyat nantinya diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, serta meraih cita-cita. Sementara itu, Anita Siregar dari Bandung melalui bidang biologi diharapkan memberikan perhatian terhadap kondisi ekosistem, vegetasi, keanekaragaman hayati, dan kemungkinan perubahan lingkungan akibat kegiatan pembangunan maupun operasional sekolah. Pembangunan fasilitas pendidikan harus tetap menghormati keseimbangan alam. Sebab, kemajuan tidak seharusnya dibayar dengan kerusakan lingkungan. Justru pembangunan yang bermartabat adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat bagi manusia sekaligus menjaga kehidupan alam di sekitarnya.

Dari sisi sosial ekonomi, Hendrizal Nur dari Solok memiliki peran penting dalam mengkaji kondisi masyarakat, aktivitas sosial, pola kehidupan warga, serta kemungkinan perubahan dan manfaat ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh rencana pembangunan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menjadi pintu harapan bagi anak-anak yang membutuhkan kesempatan pendidikan, membantu memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Aspirasi warga sekitar harus memperoleh ruang yang layak karena masyarakat bukan hanya berada di sekitar lokasi pembangunan, melainkan merupakan bagian penting dari lingkungan sosial yang harus dihargai. Sementara itu, Taufik dari PT Cipta Buana Konsultan Padang sebagai konsultan penyusun ANDAL memiliki peran dalam mengintegrasikan hasil kajian berbagai bidang ke dalam dokumen analisis yang sistematis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketua Tim ANDAL Zaldi Padang bersama seluruh tenaga ahli diharapkan mengawal proses tersebut dengan ketelitian dan profesionalisme.

Secara teknis, kajian lingkungan harus memberikan perhatian terhadap berbagai potensi dampak yang mungkin muncul, mulai dari kebutuhan air bersih, pengelolaan limbah domestik, sistem drainase, limpasan air hujan, kebisingan, perubahan penggunaan lahan, hingga kemungkinan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Seluruh aspek tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lokasi dan didukung data lapangan yang memadai. Hasil kajian nantinya menjadi dasar penyusunan langkah pengelolaan dan pemantauan lingkungan agar setiap potensi dampak dapat diantisipasi sejak dini. Di sinilah pentingnya dokumen ANDAL sebagai instrumen ilmiah, bukan sekadar persyaratan administratif. Perencanaan yang baik harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana pembangunan memberikan manfaat pendidikan, bagaimana keselamatan masyarakat dijaga, dan bagaimana lingkungan tetap terlindungi selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, harapan besar terhadap Sekolah Rakyat dapat diwujudkan melalui langkah yang matang dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan konsultasi publik ini juga memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah mengalami perubahan, termasuk melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Pasal 22 mengatur kewajiban AMDAL bagi usaha dan/atau kegiatan yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan hidup. Pasal 25 mengatur muatan dokumen AMDAL, sedangkan Pasal 26 menegaskan pelibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen tersebut. Ketentuan pelaksanaannya diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, termasuk mekanisme pengumuman rencana kegiatan dan konsultasi publik. Karena itu, keterlibatan masyarakat harus benar-benar bermakna, terbuka, dan menghormati hak warga untuk memperoleh informasi serta menyampaikan saran, pendapat, dan tanggapan. Setiap masukan yang relevan perlu dicatat dan ditelaah sebagai bagian dari penyempurnaan kajian. Kepatuhan terhadap hukum lingkungan bukan penghambat pembangunan, melainkan fondasi untuk memastikan pembangunan berjalan aman, adil, dan berkelanjutan.

Dokumentasi lima foto kegiatan memberikan gambaran suasana konsultasi publik yang berlangsung di dalam ruangan Balai Adat Kenagarian Koto Gaek Guguk. Terlihat peserta mengikuti pertemuan dengan duduk bersama di atas karpet, beberapa perempuan berhijab berada di sekitar perangkat laptop, serta seorang peserta laki-laki berada di hadapan komputer dan dokumen pembahasan. Foto lainnya memperlihatkan suasana pertemuan dari sisi ruangan dengan peserta yang mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Sementara itu, dokumentasi foto bersama memperlihatkan enam orang peserta laki-laki duduk berjajar dengan menunjukkan kepalan tangan sebagai simbol semangat dan kebersamaan. Rangkaian dokumentasi tersebut menjadi catatan visual pelaksanaan kegiatan, sekaligus memperlihatkan pentingnya pertemuan dan komunikasi dalam mengawal rencana pembangunan. Tahapan selanjutnya tentu harus memastikan hasil konsultasi dan kajian para ahli terakomodasi dalam penyempurnaan dokumen ANDAL serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL). Pengawasan dan pelaksanaan rekomendasi lingkungan nantinya harus menjadi komitmen berkelanjutan, bukan berhenti setelah kegiatan konsultasi selesai.

Pada akhirnya, Sekolah Rakyat Kabupaten Solok diharapkan menjadi lebih dari sekadar bangunan pendidikan. Ia harus menjadi simbol harapan, kesempatan, dan perjuangan membuka masa depan bagi generasi yang membutuhkan ruang untuk tumbuh dan meraih cita-cita. Dari Balai Adat Kenagarian Koto Gaek Guguk, ikhtiar tersebut diharapkan tumbuh melalui kerja sama para tenaga ahli, konsultan, pemrakarsa, dan masyarakat dengan mengedepankan keterbukaan serta tanggung jawab bersama. Pendidikan yang baik membutuhkan lingkungan yang sehat, pembangunan yang kuat membutuhkan dukungan masyarakat, dan masa depan yang cerah membutuhkan keberanian menjaga alam sejak hari ini. Karena itu, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari berdirinya gedung dan dimulainya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, keselamatan seluruh penggunanya, serta kelestarian lingkungan yang tetap terjaga. Inilah semangat pembangunan yang patut diperjuangkan: menghadirkan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menjaga alam untuk generasi mendatang, dan membangun daerah dengan hati nurani serta tanggung jawab.

BUST | TIM







Dari Balai Adat Koto Gaek Guguk, Tim Ahli Satukan Keahlian Mengawal Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Solok yang Ramah Lingkungan

Pendidikan untuk Masa Depan, Lingkungan untuk Generasi Mendatang! Konsultasi Publik AMDAL Sekolah Rakyat Kabupaten Solok Jadi Langkah Strategis

Zaldi Padang Pimpin Tim ANDAL Sekolah Rakyat Kabupaten Solok, Geologi, Biologi dan Sosial Ekonomi Dikaji Demi Kepentingan Masyarakat