AROSUKA | Empat kepala madrasah di Kabupaten Solok menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana Program Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar). Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari momentum Wisuda ke-79 UM Sumbar yang berlangsung pada 7–8 November 2026 di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, MA, Sabtu (7/11/2026).

Keempat kepala madrasah tersebut masing-masing adalah Delmi Masnita, Kepala MTsN 1 Solok; Nurhamidar, Kepala MTsM Cupak; Adri Wandi, Kepala MTsS Nurul Ilmi Salimpat; serta Yamurni, Kepala MIN 3 Solok.

Keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan magister merupakan pencapaian tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Solok. Tidak hanya menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan lembaga pendidikan, keempatnya juga mampu membagi waktu untuk meningkatkan kapasitas akademik melalui pendidikan tinggi.

Dalam prosesi wisuda tersebut, keempat kepala madrasah resmi berhak menyandang gelar Magister Pendidikan (M.Pd) setelah menuntaskan seluruh tahapan pendidikan Magister Pendidikan Agama Islam.

Mereka merupakan mahasiswa Program Pascasarjana UM Sumbar yang memulai perkuliahan pada 2024 dan berhasil menyelesaikan pendidikan selama empat semester.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kompetensi akademik dapat berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan di lingkungan madrasah. Pendidikan lanjutan menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam.

Wisuda ke-79 UM Sumbar sendiri menjadi momentum besar bagi institusi pendidikan tersebut. Sebanyak 476 mahasiswa dari program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma mengikuti prosesi wisuda yang diselenggarakan selama dua hari.

Pada hari pertama, Sabtu (7/11/2026), sebanyak 246 peserta mengikuti prosesi wisuda, termasuk empat kepala madrasah dari Kabupaten Solok yang berhasil menyelesaikan studi pascasarjana.

Selain keempat kepala madrasah tersebut, momentum wisuda juga diikuti H. Zulkifli, mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok yang saat ini menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto.

H. Zulkifli berhasil menyelesaikan Program Doktor Studi Islam bersama tiga lulusan doktor lainnya. Capaian tersebut menjadi bagian dari kabar membanggakan bagi lingkungan Kementerian Agama dan dunia pendidikan di Sumatera Barat.

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, MA. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Koordinator Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat serta pimpinan pusat Muhammadiyah yang mengikuti acara secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, DR. Baktiar, MA, menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menuntaskan pendidikan mereka.

Ia berharap keberhasilan empat kepala madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, serta seluruh peserta wisuda dapat memberikan warna baru dalam perkembangan intelektual dan kemajuan dunia pendidikan.

Menurutnya, pencapaian akademik tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas perolehan gelar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan, pelayanan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Keberhasilan Delmi Masnita, Nurhamidar, Adri Wandi, dan Yamurni juga diharapkan menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik dan kepala madrasah lainnya agar terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan.

Dengan bertambahnya tenaga pendidik dan pimpinan madrasah yang memiliki kualifikasi pendidikan magister, Kabupaten Solok diharapkan semakin memiliki sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pendidikan di masa mendatang.

Momentum Wisuda ke-79 UM Sumbar ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan juga menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing.

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Pendidik yang Terus Belajar.

TIM