Keberhasilan tersebut bukan sekadar angka dalam klasemen medali. Di balik setiap kemenangan, ada proses latihan, disiplin, pengorbanan waktu, dukungan keluarga, serta perjuangan atlet dan pelatih menghadapi persaingan ketat di arena pertandingan. Posisi kedua yang diraih FORKI Kabupaten Solok menunjukkan potensi besar yang perlu dijaga melalui pembinaan terarah dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Manajer kontingen FORKI Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, A.Md., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan seluruh atlet. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan atlet, pelatih, official, dan pihak-pihak yang mendukung persiapan hingga pertandingan berakhir. Ia menilai, keberhasilan ini memiliki makna lebih luas karena menjadi buah dari perjalanan panjang karate Kabupaten Solok dalam mengikuti kompetisi olahraga tingkat daerah.
Hafni menyebut posisi runner-up dengan perolehan empat medali emas, empat perak, dan delapan perunggu sebagai pencapaian bersejarah bagi FORKI Kabupaten Solok. Setelah melewati berbagai penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda), yang kini dikenal sebagai Porprov, kontingen karate Kabupaten Solok akhirnya mampu menunjukkan hasil yang membanggakan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membangun tradisi juara, bukan sekadar keberhasilan yang berhenti pada satu kejuaraan.
Empat medali emas Kabupaten Solok dipersembahkan melalui nomor perorangan dan beregu. Evin meraih emas pada kumite senior putra kelas -60 kilogram, Farhan pada kumite senior putra kelas -67 kilogram, dan Yelfifa pada kumite senior putri kelas +61 kilogram. Satu emas lainnya diperoleh melalui nomor kumite beregu putra. Keberhasilan para atlet tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan di nomor perorangan maupun beregu memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Empat medali perak diraih Friska pada kumite senior putri kelas -61 kilogram, Egit pada kumite senior putra kelas -75 kilogram, Evan Fadila pada kumite junior putra kelas -55 kilogram, serta tim kumite beregu putri. Sementara itu, delapan medali perunggu dipersembahkan Thoriq pada kata perorangan senior putra, Fatarani pada kata perorangan senior putri, Keysha pada kumite senior putri kelas -55 kilogram, tim kata beregu putra, Zalfin Al Amin pada kumite kadet putra kelas -52 kilogram, Alvaro pada kumite kadet putra kelas -57 kilogram, Felisha pada kumite junior putri kelas -48 kilogram, dan Balqis pada kumite junior putri kelas +61 kilogram.
Di tengah kebanggaan atas capaian tersebut, Hafni menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Solok memberikan perhatian yang lebih nyata kepada para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah. Menurutnya, penghargaan terhadap prestasi olahraga tidak seharusnya hanya muncul ketika medali berhasil diraih. Atlet juga membutuhkan dukungan ketika menjalani latihan, menghadapi keterbatasan fasilitas, mempersiapkan kompetisi, serta menjaga konsistensi prestasi dalam jangka panjang.
Perhatian tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui program pembinaan yang berkesinambungan, fasilitas latihan yang memadai, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan kesejahteraan atlet sesuai kemampuan dan kebijakan pemerintah daerah. Persiapan menuju kejuaraan berikutnya juga perlu dilakukan lebih awal dengan perencanaan yang terukur. Dengan demikian, capaian Porprov 2026 dapat menjadi dasar evaluasi untuk mengetahui kebutuhan atlet sekaligus memperkuat sistem pembinaan karate di Kabupaten Solok.
Hafni menegaskan bahwa keberhasilan menjadi runner-up bukanlah akhir perjalanan. Sebaliknya, posisi tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan, memperkuat regenerasi atlet, serta mengevaluasi kekurangan yang masih ditemukan selama pertandingan. Ia berharap FORKI Kabupaten Solok dapat mempersiapkan diri lebih matang agar pada Porprov mendatang mampu bersaing lebih kuat dan mengejar posisi tertinggi. Harapan itu juga membutuhkan sinergi antara organisasi olahraga, pelatih, atlet, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kontingen FORKI Kabupaten Solok dipimpin Hafni Hafiz, A.Md., sebagai manajer, dengan Mardaus M., S.Ag., M.AP., sebagai official. Tim pelatih terdiri atas Zelly Heriyanto, S.H., Ilham Perdana Putra, S.Si., Andri, S.Pd., Agung Relil Pratama, S.Pd., dan Febi Rahmatul Laila, S.H. Hafni menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, serta semua pihak yang telah mendukung perjuangan kontingen. Raihan 16 medali dan posisi runner-up menjadi modal penting bagi karate Kabupaten Solok untuk melangkah lebih jauh. Namun, keberlanjutan prestasi akan sangat ditentukan oleh pembinaan yang konsisten dan perhatian nyata terhadap kebutuhan atlet. Kini, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan medali, melainkan memastikan para atlet mendapatkan kesempatan berkembang agar mampu kembali mengharumkan nama Kabupaten Solok pada kompetisi mendatang.
Bustaman

0 Komentar