Kegiatan tersebut diprakarsai Dasfir atau Mak Ideh Sutan bersama Edison dan masyarakat. Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui infak dan iuran warga yang memiliki lahan sayuran di sekitar kawasan tersebut, ditambah dukungan sejumlah dermawan. Keterbatasan kemampuan tidak menyurutkan semangat warga untuk menjaga akses yang setiap hari digunakan mengangkut hasil pertanian.
Kepala Jorong Pasa, Suardi, menegaskan jalan tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Selain menjadi akses utama menuju lahan pertanian, ruas jalan itu juga menjadi jalur menuju Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Qura' Mushalla Nurul Ihsan Kutianyie. “Kita sangat mendukung kegiatan ini. Jalan ini merupakan akses vital bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian dan menjadi akses utama masyarakat yang berladang di sekitar sini,” ujar Suardi.
Edison selaku Ketua Mushalla Nurul Ihsan Kutianyie menyebut panjang akses tersebut sekitar 5 kilometer. Di sepanjang ruas jalan terdapat ratusan hektare lahan pertanian sayuran yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. “Jalan ini adalah urat nadi bagi kami sebagai petani sayuran. Alhamdulillah warga kompak dan sering bergotong royong, tetapi kemampuan kami terbatas. Kami berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah,” ungkap Edison.
Warga berharap peningkatan jalan tidak berhenti pada perbaikan swadaya, tetapi dapat dilanjutkan melalui pembangunan permanen berupa pengecoran atau pengaspalan. Estimasi kebutuhan anggaran yang dihitung masyarakat mencapai sekitar Rp2 miliar. Menurut warga, perbaikan permanen akan memperlancar distribusi hasil panen, menekan biaya angkut serta memberikan akses yang lebih aman bagi kendaraan petani maupun masyarakat.
Harapan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Solok, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Solok wilayah Selatan, DPRD Provinsi Sumatera Barat, DPR RI serta DPD RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat. Warga juga berharap pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian, dapat melihat kebutuhan akses produksi pertanian di kawasan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekonomi petani.
Di tengah keterbatasan, Dasfir bersama warga tetap membuka ruang bagi para dermawan yang ingin membantu. Donasi digunakan untuk membeli pasir, kerikil dan semen guna mendukung perbaikan secara bertahap. Bantuan dapat disalurkan melalui Dompet Dana 0813-6345-5325 atas nama Dasfir, sekaligus dapat dikonfirmasi melalui nomor tersebut.
Gotong royong warga Sungai Nanam menjadi bukti kuat bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi persoalan infrastruktur. Namun, jalan pertanian sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang menopang aktivitas ratusan hektare lahan sayuran membutuhkan penanganan yang lebih besar dan berkelanjutan. Kini, warga telah menunjukkan kepeduliannya dengan tenaga dan swadaya; tinggal bagaimana perhatian pemerintah hadir untuk mengubah jalan tani tersebut menjadi akses permanen yang benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
MAS

0 Komentar