KAB. SOLOK | Banjir bandang menerjang kawasan Kantor Bupati Solok pada Senin malam, 21 September 2026. Derasnya arus membawa material lumpur dan berbagai material lainnya ke kawasan pusat pemerintahan tersebut. Informasi awal menyebutkan dua unit mobil Avanza diperkirakan terbawa arus, sementara kondisi maupun kemungkinan korban hingga laporan ini disusun belum dapat dilaporkan secara pasti.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca yang memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah titik. Material yang terbawa arus membuat situasi di sekitar Kantor Bupati Solok menjadi sulit dan membutuhkan penanganan cepat. Petugas di lapangan masih melakukan pengecekan untuk memastikan dampak terhadap kendaraan, bangunan maupun kemungkinan adanya korban.
Di lokasi, Wakil Bupati Solok Candra hadir langsung memantau kondisi. Turut hadir Ketua DPRD Solok Poni Munir, Wakil Ketua DPRD Herman Pelani, serta Iska Novis dari Fraksi Gerindra. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan DPRD tersebut untuk melihat langsung dampak banjir sekaligus mengikuti perkembangan penanganan musibah di kawasan Kantor Bupati Solok.
Penanganan kemudian diperkuat oleh BPBD Kabupaten Solok dan BPBD Kota Solok. Berdasarkan informasi dari lapangan, sebanyak 40 personel BPBD ikut dikerahkan untuk membantu penanganan bencana. Personel tersebut terlibat dalam upaya penanganan material, pemantauan kawasan terdampak dan proses evakuasi sesuai kondisi di lapangan.
Tidak hanya personel, lima unit alat berat juga diturunkan ke lokasi. Alat berat diperlukan untuk membantu membersihkan material lumpur dan longsoran yang menutup akses serta mempercepat proses penanganan di kawasan yang terdampak banjir bandang.
Dukungan personel juga datang dari jajaran kepolisian. Anggota Polres Solok bersama tim Brimob mengambil bagian dalam penanganan dengan kekuatan sekitar 120 personel. Kehadiran personel gabungan tersebut diarahkan untuk membantu pengamanan, evakuasi, pengaturan akses serta memastikan masyarakat tidak memasuki kawasan yang masih berisiko.
Dampak bencana tidak hanya dirasakan di kawasan Kantor Bupati Solok. Jalur utama Solok–Padang juga putus total setelah banjir bandang disusul material longsor menutup badan jalan. Kasat Lantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung menyampaikan banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, kemudian sekitar 30 menit berselang material longsor dan sisa material banjir menutup badan jalan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan dari arah Solok menuju Padang maupun sebaliknya untuk sementara tidak dapat melintas. Iptu Akbar Kharisma Tanjung mengimbau pengguna jalan tidak memaksakan diri menerobos lokasi terdampak dan menyarankan masyarakat menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang, sembari mengikuti arahan petugas serta perkembangan informasi terbaru.
Sementara itu, informasi mengenai dua mobil Avanza yang diperkirakan terbawa arus masih memerlukan pengecekan lebih lanjut. Begitu pula dengan kemungkinan adanya korban, yang hingga kini belum dapat dipastikan. Petugas dan unsur terkait masih melakukan pendataan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar sesuai kondisi faktual di lapangan.
Penanganan banjir bandang di Kantor Bupati Solok kini melibatkan unsur pemerintah daerah, BPBD Kabupaten dan Kota Solok, Polres Solok, Brimob serta unsur terkait lainnya, dengan dukungan 40 personel BPBD, sekitar 120 personel kepolisian dan lima alat berat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, tidak mendekati titik berbahaya dan mematuhi arahan petugas karena kondisi masih dapat berkembang, sementara informasi mengenai korban dan kendaraan yang diduga terseret arus masih menunggu hasil pendataan resmi.
TIM

0 Komentar