SURIAN, Penajurnalis | Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti lingkungan MTsN 5 Solok, Jumat (26/6/2026). Sebanyak 21 siswa yatim bersama keluarga masing-masing menerima paket santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Solok bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok dalam rangka program “Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas”.
Penyerahan santunan tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak nasional yang dilaksanakan dalam momentum kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan berlangsung di halaman teras MTsN 5 Solok dengan suasana penuh kekeluargaan dan kepedulian sosial.
Kepala MTsN 5 Solok Syahruddin, S.Ag., M.S.I., menyampaikan pesan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok H. Dedi Wandra yang mengapresiasi dukungan BAZNAS Kabupaten Solok dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah mendukung kegiatan ini dengan menyiapkan 1.000 paket santunan. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Solok yang turut merayakan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas ini,” ujar Syahruddin menyampaikan pesan tersebut.
Menurut H. Dedi Wandra, kegiatan Lebaran Yatim bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi menjadi wujud kepedulian dan kecintaan terhadap sesama, terutama dalam mengamalkan ajaran Rasulullah untuk memuliakan serta membahagiakan anak-anak yatim.
“Kepedulian kepada penyandang disabilitas juga menjadi bagian penting, agar mereka tidak merasa dibedakan dan tetap mendapatkan perhatian serta penghargaan di tengah masyarakat,” pesannya.
Momen penyerahan santunan berlangsung penuh emosional. Beberapa siswa penerima terlihat menunduk haru, mengusap air mata, dan menggenggam erat paket bantuan yang diberikan sebagai bentuk perhatian dari para donatur dan lembaga terkait.
Paket santunan yang diterima para siswa berisi bantuan uang tunai, sembako, serta perlengkapan sekolah. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
“Kami berharap anak-anak ini semakin semangat belajar. Mereka adalah titipan Allah yang harus kita jaga bersama. Hari ini mereka merasakan kasih sayang dan kepedulian dari banyak pihak,” ungkap Syahruddin.
Salah seorang siswa penerima santunan, Zahira Delsa, mengungkapkan rasa syukurnya dengan suara penuh haru. “Alhamdulillah, terima kasih kepada BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Solok,” ucapnya.
Rasa haru juga terlihat dari para guru dan wali murid yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Mereka menilai santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak yatim sebagai kelompok yang memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dan bantuan.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KTU) MTsN 5 Solok Masriwal, S.AP., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap siswa yatim, piatu, dan dhuafa telah menjadi program berkelanjutan di lingkungan madrasah.
“Program Peduli Yatim, Piatu, dan Dhuafa MTsN 5 Solok sejak Mei 2025 hingga Juni 2026 telah memberikan bantuan berupa sepatu, tas, seragam madrasah, seragam Pramuka, alat tulis, serta berbagai kebutuhan lainnya kepada sekitar 130 siswa,” jelas Masriwal.
Ia mengatakan bantuan tersebut berasal dari infak, sedekah, dan kepedulian para dermawan yang memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa.
“InsyaAllah program ini akan terus dilanjutkan. Dukungan dari para dermawan sangat kami harapkan, baik dalam bentuk pakaian seragam, tas, sepatu maupun perlengkapan sekolah lainnya. Kami siap menyalurkan langsung kepada siswa yang membutuhkan,” tambahnya.
Kegiatan santunan ditutup dengan doa bersama agar bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi para penerima, muzaki, donatur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program kepedulian tersebut.
Pihak MTsN 5 Solok menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok, BAZNAS Kabupaten Solok, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok melalui jajaran terkait, serta seluruh dermawan dan muzaki yang telah ikut menghadirkan kebahagiaan bagi para siswa yatim.
Kepedulian yang diwujudkan melalui santunan tersebut menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pendidikan dan masa depan anak yatim terus menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang kuat, berakhlak, dan penuh harapan.
Surian, Penajurnalis, 26/6/2026
Oleh : Masriwal, S.AP
0 Komentar