SUNGAI NANAM, Pena Jurnalis – 16 April 2026 | Pemekaran Nagari Sungai Nanam yang tengah berlangsung menjadi empat nagari, yakni Sungai Nanam Induk, Sungai Nanam Timur, Sungai Nanam Barat, dan Sungai Nanam Selatan, bukan sekadar agenda administratif. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari tekad Pemerintah Kabupaten Solok untuk menghadirkan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.
Nagari Sungai Nanam yang dikenal dengan pesona wisata pertanian dataran tinggi, khususnya aneka sayuran, ternyata juga menyimpan potensi besar di bidang pendidikan. Setiap tahunnya, tiga SMP negeri di kawasan ini yakni SMPN 2, SMPN 6, dan SMPN 8 Lembah Gumanti meluluskan rata-rata sekitar 350 siswa tingkat SLTP.Namun di balik potensi besar tersebut, masih terdapat ironi yang menjadi perhatian bersama. Tidak semua lulusan melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri yang tersedia di nagari sendiri, yakni SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti. Padahal, kedua sekolah tersebut hadir dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Tokoh masyarakat Sungai Nanam yang juga Ketua DPP IKKSN, Salmanir Datuak Bandaro, bersama Ketua Umum IKTT H. Zainal Malin Sulaiman, menyampaikan ajakan kuat kepada seluruh masyarakat melalui berbagai forum komunikasi, termasuk grup WhatsApp nagari.
Sebagai perintis berdirinya SMKN 2 dan penegerian SMAN 2 Lembah Gumanti, keduanya menegaskan pentingnya kesadaran bersama untuk memprioritaskan sekolah negeri di nagari sendiri. Mereka menilai, keberadaan sekolah dengan status negeri, didukung guru ASN dan PPK, fasilitas yang terus berkembang, serta akses yang mudah, menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan.
Selain itu, faktor kedekatan dengan orang tua juga menjadi nilai penting. Anak-anak tetap berada dalam pengawasan keluarga, sehingga risiko putus sekolah dapat diminimalkan, terutama ketika kondisi ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian sedang tidak stabil.
Dukungan penuh juga datang dari unsur pemerintahan nagari, mulai dari Wali Nagari Sungai Nanam Delfi, S.Sos, Plt Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Timur Almasra, S.Pd, Plt Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Selatan Jon Rahman, S.Pd, hingga Plt Wali Nagari lainnya Afrizal, S.Sos. Dukungan serupa turut disuarakan Ketua BPN H. Ahmad Fauzi, Ketua KAN Parlis Dt Ampang Batuah, serta berbagai tokoh masyarakat di ranah dan perantauan.
Dengan rata-rata 350 lulusan setiap tahun, peluang untuk mengembangkan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti terbuka sangat lebar. Jika sekitar 70 persen saja dapat terserap, maka setiap tahun kedua sekolah ini berpotensi menerima sekitar 245 siswa baru, yang akan berdampak pada peningkatan fasilitas, jumlah tenaga pengajar, hingga optimalisasi dana BOS.Namun tantangan masih ada. Sebagian orang tua masih memiliki keraguan terhadap kualitas pendidikan di nagari sendiri dan memilih menyekolahkan anak ke luar daerah. Kondisi ini kerap berujung pada permasalahan baru, termasuk risiko putus sekolah akibat tekanan ekonomi.
Tokoh muda Sungai Nanam seperti Riki Namzah, S.Sos.I, Mulyono, SC, dan Ari Arika, S.Pd turut menyuarakan harapan agar Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok memberikan perhatian lebih serius, termasuk kebijakan afirmasi dalam penyaluran siswa dari SMP di Sungai Nanam ke sekolah negeri setempat.
Kepala SMKN 2 Lembah Gumanti, Avivi Andrici, S.Pd., MM, menyampaikan harapannya agar dukungan pemerintah dan perantau semakin nyata, terutama dalam penguatan sarana pendidikan seperti akses jalan, laboratorium praktik, bengkel, hingga pengembangan teaching factory yang sesuai dengan potensi pertanian dan pariwisata daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini SMKN 2 telah memperoleh izin penambahan jurusan mekanik sepeda motor, serta tengah mengupayakan pembukaan jurusan berbasis teknologi seperti servis dan rancang bangun komputer serta handphone, guna menjawab kebutuhan zaman dan dunia industri.
Di sisi lain, SMAN 2 Lembah Gumanti terus melakukan inovasi. Kepala sekolah Boysol Asril, S.Pd mengajak para siswa yang tidak memilih jalur kejuruan untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 2, yang menawarkan fasilitas sekolah negeri, program beasiswa, lokasi strategis, serta bantuan bagi siswa kurang mampu.
Upaya sosialisasi pun terus digencarkan oleh tim SMAN 2 dan SMKN 2 ke berbagai SMP dan madrasah di Kabupaten Solok dan Solok Selatan, terutama menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2026/2027.
Dukungan moral juga datang dari tokoh Sumatera Barat, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, DR. Baktiar, M.Ag. Ia mengajak seluruh masyarakat Sungai Nanam untuk bersama-sama memajukan sekolah yang ada di nagari sendiri.
Menurutnya, jika sekolah-sekolah tersebut berkembang, maka manfaatnya akan kembali kepada generasi muda Sungai Nanam. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, juga memperkuat ekonomi nagari serta menjaga generasi tetap dekat dengan nilai adat dan budaya.
Ajakan serupa disampaikan Masriwal, S.AP, pendiri TK dan SD Islam Sarbainah Arosuka serta SDIT Qur’an Anzalat. Ia menekankan bahwa momentum PPDB tahun ini harus dimanfaatkan untuk menjadikan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti sebagai pilihan utama.
SMKN 2 Lembah Gumanti yang berada di Lipek Pageh, wilayah persiapan Sungai Nanam Timur, menargetkan penerimaan 150 siswa dengan lima jurusan unggulan. Sementara SMAN 2 yang berlokasi di Aie Baluluak, dekat pusat pasar, juga menargetkan 150 siswa dalam enam kelas.
Semangat kolektif untuk memajukan pendidikan di Sungai Nanam kini semakin menguat. Dengan kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan perantau, harapan menjadikan nagari ini sebagai pusat pendidikan yang maju dan mandiri bukan lagi sekadar angan, melainkan tujuan yang semakin dekat untuk diwujudkan.
Catatan Redaksi:
Kemajuan pendidikan di nagari merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai adat serta budaya.
Masriwal | Pena Jurnalis, 16 April 2026




0 Komentar