KAB. SOLOK | Suasana hangat terasa di ruang kerja Kapolres Solok pada Kamis (12/3/2026). Di tengah kesibukan persiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K. meluangkan waktu khusus untuk bersilaturahmi dengan para awak media yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian.

Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan insan pers di Kabupaten Solok.

Bagi Kapolres, media bukan sekadar peliput kegiatan, tetapi bagian dari mitra yang turut menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat.Di hadapan para wartawan, AKBP Agung Pranajaya menyampaikan bahwa silaturahmi ini sengaja digelar menjelang Lebaran sebagai bentuk penghargaan kepada media yang selama ini berperan menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul bersama. Pertemuan ini menjadi ruang terbaik bagi kita untuk melangkah ke depan sekaligus merefleksikan perjalanan tugas kami selama lebih kurang satu tahun berdinas di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Kapolres menilai, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan media menjadi salah satu kunci terciptanya suasana daerah yang kondusif. Informasi yang akurat, cepat, dan berimbang dari wartawan dinilai sangat membantu kepolisian dalam menyampaikan program serta kebijakan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan sejumlah agenda penting yang akan dilaksanakan Polres Solok menjelang perayaan Idul Fitri. Salah satunya adalah pelaksanaan Operasi Ketupat yang akan dimulai pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Operasi tersebut difokuskan pada pengamanan arus mudik, pengawasan jalur transportasi, serta menjaga keamanan masyarakat selama masa libur Lebaran. Menurut Kapolres, pengamanan ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Selain itu, AKBP Agung Pranajaya juga memberikan solusi bagi masyarakat yang hendak mudik namun khawatir meninggalkan kendaraan di rumah. Ia mempersilakan warga memanfaatkan halaman kantor Polres Solok sebagai tempat parkir kendaraan selama masa mudik.

“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menitipkan kendaraan selama mudik. Parkiran di depan kantor Polres Solok siap menampung kendaraan warga agar mereka bisa mudik dengan tenang,” jelasnya.

Kebijakan tersebut disambut positif oleh para wartawan yang hadir. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap keamanan masyarakat, khususnya menjelang momentum Lebaran yang identik dengan tradisi mudik.

Kapolres juga menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai program pemerintah dan kepolisian. Tanpa dukungan media, berbagai informasi penting sulit tersampaikan secara luas.

“Kami membutuhkan dukungan media. Tanpa media, kepolisian tidak ada apa-apanya. Jika informasi itu benar, silakan disampaikan. Namun mari kita bersama-sama menjaga agar tidak terjadi disinformasi,” tegasnya.

Ia juga mengajak insan pers untuk terus menghadirkan kritik yang membangun demi perbaikan kinerja institusi kepolisian. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara objektif justru menjadi bahan evaluasi penting bagi kepolisian dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih jauh, Kapolres mengakui bahwa kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini cukup menantang. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan daerah.

“Ke depan mari kita saling memperbaiki, saling bergandengan tangan, dan bergotong royong demi pembangunan di bidang kepolisian yang berkelanjutan dan lebih baik lagi,” pungkas Kapolres.

Silaturahmi tersebut akhirnya ditutup dengan suasana penuh keakraban. Bagi para wartawan yang hadir, pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bukti bahwa komunikasi terbuka antara polisi dan media tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Solok.


Catatan Redaksi:

Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya terlihat melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan komunikasi dan kolaborasi.

Silaturahmi Kapolres Solok dengan insan pers menjadi contoh bagaimana kepolisian membangun ruang dialog yang sehat dengan media.

Dalam sistem demokrasi modern, media berfungsi sebagai jembatan informasi antara aparat dan masyarakat.

Ketika hubungan ini berjalan harmonis, publik akan lebih mudah mendapatkan informasi yang akurat, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap institusi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Bustaman