KAB. SOLOK | Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Mushalla Nurul Ihsan Kutianyie, Nagari Sungai Nanam, pada Senin (16/3/2026). Sebanyak 105 anak yatim-piatu dhuafa berkumpul dalam kegiatan penyantunan yang digelar oleh Pondok Tahfidz Qur’an Darul Qura’, menghadirkan senyum dan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud nyata kepedulian umat terhadap sesama. Dukungan dari para dermawan, donatur, serta berbagai lembaga sosial menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan penuh makna tersebut.
Sejak pagi hari, anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Dengan pakaian rapi dan wajah penuh harap, mereka datang dari berbagai penjuru Sungai Nanam untuk merasakan kebersamaan yang jarang mereka dapatkan.
Ketua pelaksana, Masriwal, S.AP, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kepercayaan dan keikhlasan para donatur yang telah menyalurkan infak, sedekah, dan bantuan mereka.
“Jazakumullah khairan katsira kepada seluruh dermawan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya dengan penuh haru.
Kepala Pondok Tahfidz Qur’an Darul Qura’, Zentria Nopa, S.Pd, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat dan motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Menurutnya, perhatian dari para donatur menjadi energi besar bagi anak-anak dalam menatap masa depan. “Mereka butuh dukungan moral dan spiritual, bukan hanya bantuan sesaat,” tambahnya.
Ketua Mushalla Nurul Ihsan, Edison, turut mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan.
Acara berlangsung dengan penuh kehangatan, diisi dengan doa bersama, tausiyah singkat, serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim-piatu dhuafa. Momen tersebut menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan mempererat tali silaturahmi.
Para orang tua pendamping dan masyarakat setempat juga tampak terharu menyaksikan kebahagiaan anak-anak. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya bantuan, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang dari sesama umat.
Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari komunitas, organisasi sosial, hingga donatur perorangan yang dengan tulus menyisihkan rezekinya. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Panitia berharap, kegiatan penyantunan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan di masa mendatang. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, diharapkan manfaatnya pun akan semakin luas dirasakan.
Di akhir kegiatan, doa dipanjatkan agar seluruh donatur senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, serta kelapangan rezeki. Harapan besar juga disematkan agar anak-anak yatim ini kelak tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Kebahagiaan sederhana yang tercipta di Mushalla Nurul Ihsan hari itu menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu menghadirkan cahaya besar bagi mereka yang membutuhkan. Sebuah pelajaran tentang arti berbagi yang tak lekang oleh waktu.
Wyndoee

0 Komentar