KAB. SOLOK | Di tengah hiruk-pikuk aktivitas di sekitar RSUD Arosuka, semangat kebersamaan tumbuh kuat di Komplek Perumnas Nuansa Griya Arosuka Tahap II, Jorong Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Minggu pagi, 18 Januari 2026, Mushalla Nurul Falah menjadi saksi hidup bagaimana gotong royong masih berdenyut di tengah masyarakat, saat pengurus dan warga memulai pembangunan tempat wudhu demi meningkatkan kenyamanan ibadah.

Di antara warga yang berdatangan sejak pagi, terlihat ada yang membawa peralatan, ada pula yang langsung turun mengaduk semen, mengangkat material, dan membersihkan area sekitar mushalla. Pekerjaan dilakukan secara sukarela, penuh keikhlasan, dan diliputi suasana kekeluargaan yang hangat.

Mushalla Nurul Falah sendiri bukan bangunan baru. Sejak berdiri pada tahun 2012, mushalla ini telah menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan bagi warga Perumnas Nuansa Griya Arosuka Tahap II dan masyarakat sekitar. Letaknya yang tepat berada di seberang RSUD Arosuka menjadikannya tempat singgah ibadah bagi pasien, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit.

Ketua Mushalla Nurul Falah, Edwin, mengatakan pembangunan tempat wudhu ini berangkat dari kebutuhan nyata jamaah. Selama ini, keterbatasan fasilitas wudhu kerap menjadi kendala, terutama ketika jamaah membludak pada waktu-waktu tertentu.

“Dengan adanya tempat wudhu yang lebih layak, kami berharap jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman. Apalagi mushalla ini berada di depan RSUD Arosuka, sehingga banyak dimanfaatkan oleh pasien dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah,” ujar Edwin.

Ia juga menyampaikan harapan agar Mushalla Nurul Falah ke depan memiliki akses jalan langsung ke arah RSUD Arosuka. Menurutnya, akses tersebut akan sangat membantu masyarakat, khususnya pasien dan keluarga pasien, untuk menjangkau mushalla dengan mudah.

Kegiatan gotong royong pembangunan tempat wudhu tersebut turut disaksikan oleh Wali Nagari Koto Gaek Guguak, Mardi Henderson. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah nagari terhadap pengembangan sarana ibadah di tengah masyarakat.

“Kami dari Pemerintahan Nagari Koto Gaek Guguak sangat mendukung pembangunan Mushalla Nurul Falah. Kami berharap banyak dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu, sehingga pembangunan tempat wudhu ini dapat berjalan lancar,” ujar Mardi Henderson.

Selain pengurus inti mushalla, sejumlah tokoh lingkungan juga tampak hadir dan terlibat langsung. Di antaranya Sekretaris Mushalla Masriwal, S.AP, Lasri Yance, Novermawati, S.Pd, Ketua Lingkungan Perumnas NGA Tahap II Febry Andi, ST, serta Dewan Pembina Mushalla Drs. Kasril, MM.

Di bawah kepengurusan saat ini, Mushalla Nurul Falah dikenal aktif menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Wirid yasinan malam Jumat, Subuh Mubarakah, infak subuh rutin, TPQ, hingga shalat berjamaah lima waktu terus berjalan secara konsisten.

Selain itu, mushalla ini juga rutin melaksanakan qurban setiap Idul Adha, dakwah selama bulan Ramadhan, serta kegiatan pengelolaan sampah lingkungan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan warga.

Sekretaris Mushalla Nurul Falah, Masriwal, S.AP, menjelaskan bahwa pembangunan tempat wudhu ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp83.000.000. Anggaran tersebut mencakup pengedaman dan pembangunan fasilitas wudhu dari dalam ruangan mushalla.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, pengurus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para dermawan untuk berdonasi, baik dalam bentuk infak, sedekah, wakaf, maupun bantuan material bangunan. Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Mushalla Nurul Falah Bank Nagari Capem Arosuka Nomor 0601.0210.02588-6.

Pengurus Mushalla Nurul Falah juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta anggota DPRD agar pembangunan fasilitas ibadah ini dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga Perumnas Nuansa Griya Arosuka Tahap II menjadi kekuatan utama. Mushalla Nurul Falah tidak hanya dibangun dari material bangunan, tetapi juga dari keikhlasan, kebersamaan, dan harapan agar rumah ibadah ini semakin memberi manfaat bagi umat.

Arosuka, 18 Januari 2026

Penulis: Masriwal, S.AP