Sungai Nanam, 24 Januari 2026 | Angin kencang disertai puting beliung yang melanda Nagari Sungai Nanam beberapa hari lalu menyisakan duka mendalam. Salah satu rumah warga atas nama Yulimarni di Kutianyie, Jorong Pasa, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunan roboh akibat terjangan angin pada Senin malam, 19 Januari 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.
Peristiwa tersebut mengguncang ketenangan warga setempat. Rumah sederhana milik Yulimarni yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarga, kini harus menerima kenyataan pahit akibat musibah alam yang datang tiba-tiba. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan material yang ditimbulkan cukup besar dan membutuhkan penanganan segera.
Respon cepat pun datang dari berbagai elemen masyarakat. Tim Peduli Kenagarian Sungai Nanam di bawah komando Asparina, S.Pt., bergerak bersama Kepala Jorong Pasa Arika Afendra, S.Or., Kepala Jorong Koto Suardi, serta Pemuda KoPas (Koto–Pasa) untuk menggalang donasi sebagai bentuk kepedulian sosial.
Setelah beberapa hari melakukan pengumpulan bantuan, pada Jumat, 23 Januari 2026, rombongan tersebut mengantarkan langsung bantuan kepada Yulimarni. Bantuan yang diberikan berupa pasir, semen, serta uang tunai yang diharapkan dapat meringankan beban dan mempercepat proses perbaikan rumah yang rusak.
Kepala Jorong Pasa, Arika Afendra, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian bersama. “Semoga bantuan dari saudara-saudara kita ini menjadi sitawa sidingin, bentuk kepedulian kita bersama. Semoga Allah SWT memberikan ganti rezeki yang lebih baik,” ujarnya penuh harap.
Apresiasi juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Solok asal Sungai Nanam, Misardi, S.Sos. Ia menilai gerakan ini sebagai contoh solidaritas yang patut dijaga. “Alhamdulillah, kepedulian masyarakat Sungai Nanam, baik yang di kampung maupun di rantau, ini luar biasa dan harus terus kita tumbuhkan karena efek sosialnya sangat positif,” tutur Misardi.
Menurutnya, gerakan kepedulian seperti ini akan menumbuhkan empati dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Ia juga berharap Nagari Sungai Nanam selalu dijauhkan dari musibah dan marabahaya serta senantiasa diliputi keberkahan.
Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, S.Sos.I., turut memberikan apresiasi atas gerakan kemanusiaan tersebut. Ia mengimbau agar semangat kepedulian terus dilanjutkan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya lingkungan.
“Agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, saluran air, dan pengelolaan sampah dengan baik. Saat ini kita memasuki musim panas, jadi perlu berhati-hati terhadap potensi kebakaran rumah, lahan, dan perkebunan,” pesan Delfi.
Sementara itu, Masriwal, S.AP., Ketua Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam yang juga kakak kandung Yulimarni, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Ia bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Masriwal juga menjelaskan bahwa program Generasi Nagari Peduli telah berjalan sejak 2018 dan terus aktif di berbagai bidang sosial. Program ini melibatkan perantau serta para dermawan, termasuk kegiatan terbaru berupa penggalangan donasi untuk penimbunan bahu jalan utama dari Simpang Sungai Nanam hingga Kantor Wali Nagari serta sejumlah titik jalan pendukung lainnya.
Di sisi lain, Anggota BPN Sungai Nanam yang juga Manti Kaum Suku Tanjung, Hengki Putra, S.Pd., memaparkan rencana KAN Sungai Nanam membentuk wadah “Parik Paga Nagari”. Wadah ini disiapkan sebagai sarana pembinaan pemuda berbasis adat, dengan program pelestarian budaya, seni, kuliner khas nagari, hingga penguatan nilai-nilai adat dan agama sebagai fondasi kebersamaan masyarakat.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun untuk menampilkan semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan masyarakat Nagari Sungai Nanam dalam merespon musibah alam, sekaligus mengangkat pentingnya kepedulian sosial dan kesiapsiagaan lingkungan.
TIM RMO

0 Komentar